Kala mentari tak datang lagi barisan telah mati Terpaku dengan tajam menunggu datangnya sang cahaya Terus bergerak melawan angin Hingga badan tak terlihat sejenak berteduh di bawah awan berbaring di atas tanah adakah sang pendekar sejati yang mampu membunuh kesuraman ini di depan sana harapan masih menanti hingga kita mampu di genggaman kita di hadapan kita untuk perubahan untuk masa depan